ANTROPOLOGI SEBAGAI PENDEKATAN KAJIAN KEISLAMAN
Pengertian Antropologi
Kata Antropologi berasal dari bahasa Yunani, anthropos dan logos. Anthropos berarti manusia dan logos berarti pikiran atau ilmu. Secara sederhana, Antropologi dapat dikatakan sebagai ilmu yang mempelajari manusia. Menurut William A. Haviland, seorang antropolog Amerika, Antropologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari keanekaragaman manusia dan kebudayaanya. Dengan mempelajari dua kebudayaan tersebut, antropologi adalah studi yang membahas keanekaragaman persamaan dan perbedaan yang terjadi pada kehidupan manusia dan budaya yang ada disekitar mereka.
Dalam hal ini bapak antropologi Indonesia pun mendukung pendapat dari Haviland. Beliau menyatakan bahwa ntropologi adalah ilmu yang mempelajari umat manusia pada umumnya dengan mempelajari aneka warna, bentuk fisik masyarakat, serta kebudayaan yang dihasilkannya. Dalam buku The World Book Encyclopedia International antropologi bermakna: “Antropology is the scientific study of humanity and of human culture. Antropologist investigate the strategies for living that are learned and shared by people as members of sosial groups. These scientists examine the characteristics that human beings share as members of one species and the diverse ways that people live in different environment. They also analyse the products of sosial groups-material objects and less material creations, such as beliefs and values”. (Antropologi merupakan keilmuan yang mempelajari kemanusiaan dan budaya manusia. Antropolog menganalisis strategi yang digunakan dalam bertahan hidup yang dipelajari dan dibagikan oleh manusia sebagai bagian dari kelompok sosial. Para ilmuan ini menguji karakteristik yang dibagikan oleh manusia sebagai bagian dari salah satu spesies dan perbedaan cara hidup manusia di lingkungan yang berbeda. Mereka, para ilmuan, juga menganalisis produk atau hasil dari objek materi kelompok sosial dan ciptaan materiil yang kurang, seperti kepercayaan dan nilai nilai).
Pandangan Budaya dan Islam Dalam Sudut Pandang Antropologi
Dalam konteks Agama, Antropologi mengamati keyakinan akan adanya kekuatan yang mempengaruhi kehidupan manusia yang berasal dari luar diri dan alam semesta yang tidak nampak oleh panca indera (supra-natural). Ketertarikan antropologi terhadap kehidupan beragama manusia inilah yang kemudian memunculkan disiplin antropologi agama. Dalam hal ini antropologi memandang bahwa agama merupakan bagian dari kebudayaan manusia.
Masuknya antropologi dalam kajian agama ini didasari sebuah pemahaman akan adanya pertautan yang kuat antara agama dan budaya. Sebab bagaimanapun agama tidak akan selalu berada dalam realitas yang vakum dan selalu original. Dalam kaitan hubungan agama dengan kebudayaan, agama memiliki fungsi sebagai pedoman etika dan moral yang termanifestasi sebagai nilai-nilai budaya yang menyatu dan menjiwai setiap pemenuhan kebudayaan dan sosial warga masyarakat. Dengan demikian agama diperlukan masyarakat sebagai pedoman yang diyakini kebenarannya dan dilihat sebagai sesuatu yang sakral dengan sanksi-sanksi bersifat gaib sesuai dengan aturan dan peraturan keagamaan yang diyakini.
Komentar
Posting Komentar