SUMBER MATERIIL PRAKTEK KEHIDUPAN ISLAMI

 A. Al-Qur’an sebagai Sumber Materiil

Al-Qur’an adalah kalam Allah yang diturunkan kepada nabi Muhammad dengan perantara malaikat Jibril beserta lafal dan maknanya dan apabila membacanya akan mendapat pahala. Ajaran yang terkandung Al-Qur’an mengandung perintah-perintah dan larangan-larangan Allah swt. yang sempurna dan berlaku sepanjang zaman sampai hari kaiamat. Islam mempunyai konsep keseimbangan dalam segala hal. Ia tidak melupakan dunia untuk meraih akhirat dan tidak melupakan akhirat untuk meraih dunia. Islam memandang kehidupan manusia sebagai unit integral yang mencakup berbagai hal. Islam adalah syari’at individu, keluarga, masyarakat, negara dan dunia.

Pengamalan Al-Qur’an dalam kehidupan adalah :

1. Sedekah 

Bersedekah adalah suatu pemberian dari seorang muslim kepada orang lain secara sukarela tanpa adanya batasan waktu dan jumlah tertentu. suratnya adalah Surat Al Baqarah ayat 177.

"Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa." 

Keutamaan sedekah.

• Bersedekah tidak mengurangi rezeki

• Dapat mengurangi dosa-dosa

• Membantu pintu rezeki

• Dijauhkan dari api neraka

• Merupakan amal jariyah


2. Menuntut Ilmu

Kita sebagai umat islam di wajibkan untuk menuntut ilmu sesuai dengan al quran surah Al-Mujadalah ayat 11.

Artinya: “Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majlis”, maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu”, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yangberiman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

Dalam ayat ini di jelaskan penting nya menuntut ilmu bagi umat islam diterangkan bahwa Allah akan mengangkat derajat mereka yang menuntut ilmu beberapa kali lebih tinggi daripada yang tidak menuntut ilmu. Isyarat ini menandakan bahwa dengan ilmu lah manusia bisa menjadi lebih mulia.

Keutamaan menuntut ilmu :

• Menjadi orang yang mulia

• Termasuk golongan yang menegakkan islam

• Ilmu sebagai amal jariyah


3. Menutup Aurat

Dalam islam sangat diwajibkan untuk laki laki dan wanita untuk menutup aurat mereka sesuai dengan al quran Surat Al-Ahzab Ayat 59 yang artinya yaitu:

“Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: 

“Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Alasan Kenapa diwajibkan menutup aurat bagi umat islam:

1) Menghindarkan dosa, baik bagi pribadi yang menutup aurat juga bagi mereka yang memandangnya.

2) Menghindarkan diri dari adzab Allah SWT.

3) Menjadi jalan untuk mencegah hawa nafsu khususnya yang berkaitan dengan lawa jenis.

4) Menjadi jalan untuk menghindarkan diri dari fitnah.

5) Menutup aurat bisa pula berfungsi sebagai penjaga diri, penutup aib dan kekurangan, menghindarkan diri dari pengaruh buruk lingkungan pergaulan.

6) Menurut penelitian, menutup aurat juga baik bagi kesehatan sebab menjadi penghalang sinar matahari jatuh langsung ke kulit seseorang.


B. Hadits sebagai Sumber Materiil dalam Kehidupan Islami

Secara terminologis, kata hadìth berarti segala sabda, perbuatan, taqrìr dan hal-ihwal yang disandarkan kepada Nabi Muhammad. Hadis Nabi merupakan salah satu dari sumber ajaran Islam, tepatnya sumber ajaran Islam kedua. Sebagai sumber ajaran Islam, ia merupakan rujukan bagi setiap Muslim dalam mempraktekkan keagamaan, termasuk di dalamnya adalah mengatasi semua problema kehidupan yang sedang dihadapi manusia.

1. Fungsi dan Kedudukan Hadis

Jika hadis Nabi hanya berkedudukan sebagai sumber sejarah, maka perhatian ulama terhadap penelitian kesahihan hadis akan lain daripada yang ada saat ini. Kedudukan hadis, menurutkesepakatan mayoritas ulama, adalah sebagai salah satu sumber ajaran Islam. Akan tetapi, terdapat juga sekelompok kecil dan kalangan "ulama" dan umat Islam telah menolak hadis sebagai salah satu sumber ajaran Islam. Mereka ini biasa dikenal sebutan inkar al-Sunnah.

Pada zaman Nabi, belum atau tidak ada bukti sejarah yang menjelaskan bahwa telah ada dari kalangan umat Islam yang menolak hadis sebagai salah satu sumber ajaran Islam. Dalam Alquran banyak sekali ayat-ayat yang menjelaskan bahwa hadis merupakan sumber ajaran Islam di samping Alquran.Jumlah ayat-ayat tersebut lebih dari lima puluh ayat. Diantaranya adalah:

1. Alquran, S. an-Nisa': 80

Artinya: "Barangsıapa yang mematuhi Rasul ıtu, maka sesungguhnya orang itu telah mematuhi Allah".

2. Alquran, S. Ali Imran: 32

Artinya:"Katakanlah: Taatilah Allah dan Rasul-Nya; apabila engkau berpaling, maka (ketahuılah) sesungguhnya Allah tıdak menyukai oratıg-orang yang kafir".

Menurut penjelasan ulama, ayat tersebut memberi petunjuk bahwa ketaatan kepada Allah adalah dengan mematuhi petunjuk Alquran, sedang bentuk ketaatan kepada Nabı adalah dengan mengikuti sunnah atau hadis beliau.

Dengan melihat berbagai ungkapan ayat diatas, maka jelaslah bahwa hadis atau sunnah Nabi Muhammad merupakan sumber ajaran Islam, disamping Alquran. Orang yang menolak hadis sebagai salah satu sumber ajaran Islam berarti orang itu menolak petunjuk Alquran. Alquran sebagai sumber hukum Islam dan hadis sebagai sumber pula, bukanlah merupakan indikasi bahwa pada masing- masing sumber berdiri sendiri, sehingga mencerminkan ketiadaan hubungan antara keduanya. Namun sebaliknya, antara kedua sumber itu saling berhubungan dan merupakan satu kesatuan yang berasal dari Allah. Alquran diletakkan sebagai urutan pertama dan hadis diurutkan kedua. Fungsi hadis sendiri bagi Alquran sacara umum dapat dikatakan sebagai penjelas (bayan) bagi Alquran.

Umumnya para ulama sepakat pada sebagian besar fungsi hadis terhadap Alquran yang disebutkan. Perbedaan terjadi dalam hal fungsi hadis dalam menetapkan hukum yang tıdak desebutkan oleh Alquran. Menanggapi permasalahan ini, al-Syäfi'iy nampak beıpegang pada pendapat bahwa ketentuan-ketentuan yang ada dalam hadis berada dalam hukum-hukum Alquran; 

Dengan katalam, hadis Nabı dapat saja menambah hukum yang ada dalam Alquran. Ia mengatakan bahwa wujud perintah yang ada, baik dan alquran maupun hadis, adalah berpangkal dari sumber yang sama, meskipun melalui jalur yang berbeda.

2. Pembagian Hadis

Kalangan ulama ada yang membedakan pengertian hadıs dan sunnah; dan ada pula yang menyamakannya. Sufyän al-Sauriy dikenal sebagaı Imäm fı al-sunnah, al-Auza'iy dikenal sebaliknya, sedangkan Malık ibn Anas dikenal sebagai Imam fi al-hadis wa al-sunnah.Oleh karena itu, di antara ulama ada yang mengatakan, pengertian hadıs lebıh umum daripada al-sunnah, dan ada ulama yang berpendapal sebaliknya. Selain itu, ada juga ulama yang berpendapat, hadis berisi petunjuk Nabi urıtuk tujuan praktis, sedang al-sunnah merupakaaı hukum tirıgkah laku, baik terjadi sekali saja maupun berulang kali, baik dılakukan oleh Nabi, sahabat nabi, tabi'in, maupun ulama lain pada umumnya. sunnah disamakan pengertıannya dengan istilah hadis sebagaimanayang dinyatakan oleh ulama hadis pada umumnya, yakni segala sabda, perbuatan, iaqrir, dan sifat Rasulullah saw.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

SOSIOLOGI SEBAGAI PENDEKATAN KAJIAN KEISLAMAN

PLURALISTIK RELIGIUS