TAUHID SEBAGAI DASAR KEHIDUPAN

Tauhid ialah suatu konsep dalam akidah Islam yang menyatakan ke-Esaan Allah. Tauhid memiliki fungsi vital dalam pemikiran umat Islam, dalam Lembaga-lembaga social politik Islam, dan dalam peradaban. Tauhid haruslah bermakna penyatuan atau kesatuan antara dimensi transenden (spiritual) dan sosial.

Untuk menjadikan Islam sebagai ideologi yang mampu dipraksiskan dalam kehidupan dan memberi implikasi yang positif bagi manusia. Tauhid tidak hanya sekedar pemahaman, Tauhid adalah sebuah ideologi pembebasan.

Semua makhluk dan objek di alam semesta merupakan refleksi atas kebesaran Tuhan. Pandangan dunia Tauhid memberikan kelonggaran bagi manusia untuk mengembangkan kebebasannya, sehingga manusia bertanggung jawa terhadap setiap perbuatan yang dilakukannya. Pandangan dunia Tauhid juga memandang bahwa manusia sebagai insan yang memiliki kemerdekaan dan martabat yang sangat tinggi. Pandangan dunia Tauhid menuntut manusia hanya takut pada satu kekuatan, yaitu kekuatan Tuhan. Tauhid menjamin kebebasan manusia dan memuliakan hanya semata kepada-Nya.


Pengaruh Tauhid dalam Kehidupan Sehari-hari

Tauhid adalah akar dari keimanan seorang Muslim. Dengan tauhid yang kuat, maka seorang muslim akan mampu menjalankan proses penghambaannya kepada Allah tanpa merasa berat dan terpaksa, karena hanya satu tujuan mereka hidup yaitu keinginan mereka untuk bertemu dengan tuhannya Allah SWT.

Berikut beberapa pengaruh tauhid dalam kehidupan sehari-hari:

1. Orang yang bertauhid dan beriman kepada Allah dan rasul-Nya pasti tahu mengapa Allah SWT menciptakannya sehingga ia berada di atas jalan yang lurus, ia mengetahui dari mana awal dan ke mana akhir hidupnya, jauh dari kebutaan dan kesesatan.

2. Tauhid menjadikan hati-hati manusia bersatu dengan Rabb yang satu, satu kitab, satu risalah, dan satu kiblat, dan iman juga menjadikan manusia saling mencintai dan bersaudara.

3. Bila iman telah menyebar luas di masyarakat, maka pastilah akan membuahkan amal shalih yang diridhai Allah swt sehingga membuka berbagai pintu kebaikan dan mendatangkan pertolongan Allah dalam menghadapi musuh-musuh mereka.

Hakikat Tauhid

Dalam konsep monoteisme Islam (tauhid) laa ilaaha illallah artinya Allah Swt adalah Segalanya, maka semua makhluk-Nya memiliki derajat yang sama. Sehingga tauhid membebaskan manusia dari penyembahan atau pemberhalaan “sesama manusia”, terhadap “sesuatu” dan “alam”. Prinsip tauhid dalam kalimat "Lailaha Illallah" oleh Yunahar Ilyas dalam bukunya Kuliah Aqidah Islam, adalah:L

a Laa khaliqa illallah, tidak ada yang maha menciptakan kecuali Allah.

b. Laa raziqa illallah, tidak ada yang maha memberi rezeki kecuali Allah.

c. Laa hafidza illallah, tidak ada yang maha memelihara kecuali Allah.

d. Laa mudabbira illallah, tidak ada yang maha mengelola kecuali Allah.

e. Laa malika illallah, tidak ada yang maha memiliki kecuali Allah.

f. Laa aliya illallah, tidak ada yang maha memimpin kecuali Allah

g. Laahakima illallah, tidak ada yang maha menentukan kecuali Allah.

h. Laa ghayata illallah, tidak ada yang maha menjadi tujuan kecuali Allah.

i. Laa ma’buda illallah, tidak ada yang maha disembah kecuali Allah.a

Tauhid tidak hanya sekedar pemahaman, Tauhid adalah sebuah ideologi pembebasan. Pandangan dunia Tauhid memberikan kelonggaran bagi manusia untuk mengembangkan kebebasannya, sehingga manusia bertanggung jawa terhadap setiap perbuatan yang dilakukannya.

Urgensi Tauhid ialah:

1. Tujuan manusia diciptakan.

2. Syarat diterimanya amal kebaikan.

3. Kunci surga.

4. Inti dakwah para nabi.

5. Dakwah Tauhid adalah prioritas utama.

Hal-hal yang bertentangan dengan Tauhid antara lain, bernazar kepada selain Allah, memakai penangkal dengan tujuan menolak bala atau menghilangkan bala, dan lain-lain. Sedangkan hal-hal yang dapat merusak Tauhid yaitu:

1. Riya’

2. Ananiah

3. Dzalim

4. Takut

5. Bimbang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SOSIOLOGI SEBAGAI PENDEKATAN KAJIAN KEISLAMAN

PLURALISTIK RELIGIUS

SUMBER MATERIIL PRAKTEK KEHIDUPAN ISLAMI